5 Tips Menulis Contoh CV untuk Mahasiswa

5 Tips Menulis Contoh CV untuk Mahasiswa

Rabu, 18 Desember 2019

Jika kita adalah mahasiswa, apakah sebagai mahasiswa diploma maupun sarjana, kita akan kesulitan untuk memberikan pengalaman kerja di CV saat melamar ke perusahaan. Yang kemudian terjadi, di dalam CV mahasiswa, kita akan memasukan sedikit informasi, dan menjadikan CV kurang menarik bagi HRD perusahaan.

5 Tips Menulis Contoh CV untuk Mahasiswa


Yang perlu kita lakukan adalah dengan membuat CV yang menekankan pada pencapaian edukasi dan juga skill yang dimiliki. Selain juga tentang apa yang diharapkan bisa kita pelajari di tempat tersebut.

CV pekerja kantoran dan CV mahasiswa tidak banyak berbeda dalam struktur. Hanya saja, yang perlu ditonjolkan dalam CV adalah kesuksesan akademis dan skill, bukan pengalaman.

Beberapa poin penting dalam struktur contoh CV untuk mahasiswa adalah:

1. Personal Statemen CV

Di bagian ini, kita bisa memanfaatkan dengan menjelaskan siapa diri kita dan apa yang kita cari. Ketika ditulis dengan tepat, statemen personal ini akan memberikan gambaran yang nyata dan menarik para HRD perushaan. Mereka akan bisa langsung tertarik apakah kita adalah orang yang tepat untuk perusahaan atau bukan. Bagian ini bisa menjadi penentu utama apakah kita akan dipanggil untuk wawancara atau tidak.

2. Fokus pada Skill

Berbeda dengan CV karyawan yang sudah bekerja selama bertahun-tahun, CV mahasiswa harus lebih terkonsentrasi pada skill atau kemampuan. Hal ini karena biasanya mahasiswa masih belum memiliki terlalu banyak pekerjaan formal. Kita bisa menonjolkan keahlian; sebagai tips, baca saja bagian’job description’ di info rekrutmen, dan masukkan skill yang dibutuhkan. Akan lebih baik jika ternyata kita memang ahli dalam bidang tersebut, dan pernah menggunakannya di masa lalu. Kita juga bisa memasukkan pengalaman memimpin, baik itu dalam organisasi, acara, maupun kapten dalam tim olah raga.

3. Pendidikan

Jenjang pendidikan dalam urutan yang terbalik juga perlu dimasukkan. Urutan terbalik dalam artian jenjang pendidikan yang terbaru harus disimpan di awal atau paling atas. Untuk mahasiswa, akan lebih baik jika kita memasukkan mata kuliah yang kita pelajari. Hanya saja, jangan memasukkan semuanya. Masukkan mata kuliah yang memang relevan dengan pekerjaan yang sedang dilamar.

4. Proyek Penting

Jika kita tidak memiliki pengalaman bekerja secara formal maupun lepasan, kita bisa memasukkan informasi tentang proyek penting yang pernah kita kerjakan, baik itu proyek tugas sekolah atau proyek relawan. Kita bisa memasukkan peran serta kita dalam sebuah acara kampus, tugas kampus yang relevan dengan pekerjaan yang akan dilamar, atau proyek relawan yang pernah kita ikuti.
Dengan begitu, perushaan akan mengetahui bahwa kita pernah melakukan sesuatu secara organisasional. Gunakan kata-kata kerja seperti ‘meningkatkan’, ‘mengembangkan’, ‘memimpin’, dan lain-lain. Ini menunjukkan bahwa kita mampu dalam mengambil inisiatif, berbeda, dan mampu memimpin.

5. Referensi

Karena belum ada banyak pengalaman yang bisa dilihat, pihak perusahaan biasanya akan membuthkanorang untuk memverifikasi pengalaman, skill, dan sejarah pendidikan kita. Karenanya, mereka akan meminta kita untuk memberi referensi.

Biasanya, orang yang dijadikan sebagai referensi adalah mereka yang kenal dekat dengan kita sehari-harinya, rekan bekerja sebelumnya, atau dosen. Nantinya, perusahaan akan menghubungi mereka dan bertanya informasi tentang kita, sehingga perusahaan akan mengetahui bagaimana karakter kita.

Karenanya, kita perlu memasukkan referensi bagi orang yang sangat berpengaruh langsung terhadar karier kita. Jika kita ragu dan tidak ingin ada banyak orang yang menghubungi nomor referensi yang kita berikan, kita juga bisa memasukkan ‘ada ketika diminta’ atau ‘available on request’.